LPDB Perkuat KDKMP Papua agar Siap Akses Pembiayaan
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat kapasitas 15 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Papua melalui program inkubasi. Program ini diarahkan untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat model bisnis, serta meningkatkan kesiapan koperasi memperoleh pembiayaan dana bergulir.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman mengatakan inkubasi menjadi bagian dari pembangunan ekosistem koperasi yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran modal.
Inkubasi KDKMP Mencakup Tata Kelola dan Rencana Bisnis
Menurut Deva, LPDB memberikan penguatan pada sejumlah aspek yang menentukan kesiapan koperasi dalam mengembangkan usaha. Materi tersebut mencakup kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, pengelolaan usaha, hingga strategi mengakses pembiayaan.
“Target utama program inkubasi adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi,” kata Deva dalam siaran pers LPDB di Jakarta, Sabtu.
Sebagai bagian dari program tersebut, LPDB Koperasi menggelar pelatihan bagi 15 KDKMP sektor riil di Jayapura, Papua, Jumat (31/7).
Pelatihan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Universitas Ottow Geissler Papua. Kegiatan itu membekali pengurus koperasi dengan kemampuan mengelola kelembagaan, menyusun rencana bisnis, serta menyiapkan strategi untuk memperoleh pembiayaan.
baca juga: Gebrakan SMK Go Global, Cara Cak Imin Tembus Pasar Kerja Jepang
LPDB Gabungkan Pembiayaan dengan Pendampingan Koperasi
Deva menjelaskan LPDB tidak hanya mengandalkan pembiayaan sebagai instrumen pengembangan koperasi. Lembaga tersebut juga memberikan pendampingan dan inkubasi untuk meningkatkan kapasitas manajerial serta memperkuat model bisnis koperasi.
Pendekatan tersebut dirancang agar koperasi tidak sekadar memperoleh tambahan modal. Koperasi juga diharapkan mampu mengelola dana, menjalankan usaha, dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara profesional serta berkelanjutan.
LPDB menempatkan pembiayaan, pendampingan, dan inkubasi sebagai bagian dari ekosistem pengembangan koperasi. Dengan pendekatan tersebut, kesiapan kelembagaan dan kelayakan usaha menjadi bagian penting sebelum koperasi mengakses permodalan.
Koperasi Papua Punya Potensi di Berbagai Sektor
Deva menilai Papua memiliki potensi ekonomi yang besar dan beragam. Potensi tersebut mencakup pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, serta pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal.
Menurut dia, potensi ekonomi tersebut membutuhkan dukungan kelembagaan koperasi yang kuat. Koperasi juga perlu memiliki model bisnis yang jelas dan kemampuan mengakses pembiayaan secara berkelanjutan.
Penguatan kapasitas menjadi penting agar potensi ekonomi daerah dapat dikelola melalui kegiatan usaha yang lebih terstruktur. Koperasi yang memiliki tata kelola baik diharapkan mampu meningkatkan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat sekitar.
Universitas Ottow Geissler Sesuaikan Materi dengan Kebutuhan Koperasi
Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga mengatakan materi inkubasi disusun berdasarkan kebutuhan KDKMP di lapangan.
Materi tersebut meliputi tata kelola kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, pembukuan, pengelolaan keuangan, serta strategi mengakses pembiayaan.
Moses mengatakan sebagian besar pengurus KDKMP di Papua masih membutuhkan pendampingan dalam mengelola usaha. Penguatan manajemen keuangan dan pengembangan bisnis juga diperlukan agar koperasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan agar koperasi benar-benar mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Moses.
Pendampingan Diharapkan Memperluas Akses Pembiayaan
Program inkubasi menjadi tahap penting bagi KDKMP untuk memperkuat kesiapan sebelum mengakses pembiayaan dana bergulir. Penguatan tata kelola dan perencanaan usaha dapat membantu koperasi membangun dasar bisnis yang lebih terukur.
Ke depan, 15 KDKMP peserta program diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan usaha masing-masing. Koperasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan KDKMP lain di Papua.
Melalui kombinasi inkubasi, pendampingan, dan akses pembiayaan, LPDB Koperasi mendorong KDKMP tidak hanya tumbuh dari sisi permodalan. Koperasi juga diarahkan memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua.
baca juga: LPDP harus prioritaskan mahasiswa berprestasi dari keluarga tak mampu




Leave a Reply