naxigeba.org-Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan kedaulatan negara-negara Amerika Latin.
Ia menyatakan setiap negara memiliki hak penuh menentukan mitra kerja sama secara independen.
Mao menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers harian di Beijing.
Pernyataan itu merespons komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait hubungan kawasan tersebut.
Menurut Mao, Amerika Latin terdiri dari negara merdeka dengan sistem politik dan kepentingan nasional masing-masing.
Karena itu, tidak ada pihak luar yang berhak memaksakan pilihan kerja sama tertentu.
Baca juga:“Industri minuman dorong lonjakan konsumsi di Guizhou, China”
Trump Klaim China & Rusia “Hanya Bisa Beli Minyak Venezuela” dari AS
Presiden AS Donald Trump mengatakan China dan Rusia hanya dapat membeli minyak mentah Venezuela melalui kontrol yang dijalankan AS. Pernyataan itu muncul saat Trump bertemu para eksekutif perusahaan minyak di Gedung Putih.
Pertemuan tersebut bertujuan mendorong investasi besar dari perusahaan minyak Amerika dalam industri Venezuela pasca-penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Trump menekankan peran AS dalam mengatur aliran minyak.
Trump juga menyatakan bahwa pemerintahnya akan memasarkan minyak Venezuela di pasar global demi keuntungan AS dan Venezuela. Ia menunjukkan kesiapan AS untuk menjaga pasokan minyak secara stabil.
Baca juga:“Astronaut China lakukan pelatihan dan eksperimen di luar angkasa”
China Tegaskan Akan Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Latin dan Venezuela
China menyatakan komitmennya memperdalam kerja sama pragmatis dengan negara-negara Amerika Latin, termasuk Venezuela, di tengah perubahan geopolitik saat ini. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning pada konferensi pers di Beijing.
Mao menegaskan bahwa semua negara Amerika Latin adalah negara berdaulat dan merdeka. Mereka memiliki hak penuh untuk memilih mitra kerja sama sesuai kepentingan nasional masing-masing.
Pernyataan Mao muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim China dan Rusia hanya dapat membeli minyak mentah Venezuela di bawah kendali AS. China menolak klaim itu dan menekankan prinsip non-intervensi dalam hubungan internasional.
Baca juga:“Israel cabut izin, UNRWA: Gaza butuh bantuan, bukan pembatasan”




Leave a Reply