carguyshub.com – Mobil listrik yang semakin banyak peminatnya dalam masyarakat selain karena ramah lingkungan, juga hemat biaya operasional. Namun, penting untuk diingat bahwa cara menangani kendaraan ini berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin, terutama saat mobil mengalami mogok dan perlu diderek.
“Baca juga : Pengguna Rotator Ilegal Jadi Sorotan, Polisi Ambil Tindakan”
Jika mobil bensin bisa dengan mudah ditarik dengan derek konvensional, mobil listrik justru membutuhkan perlakuan khusus. Kesalahan dalam proses penderekan bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem kelistrikan, motor, bahkan baterai kendaraan.
Risiko Kerusakan pada Motor dan Sistem Baterai
Dilengkapi dengan teknologi regenerative braking. Sistem ini berfungsi mengubah energi putaran roda menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai saat mobil melambat.
Namun, jika mobil diderek dengan roda menyentuh jalan, sistem ini bisa aktif secara tidak sengaja. Akibatnya, aliran listrik bisa masuk ke sistem yang tidak sedang beroperasi, menyebabkan kerusakan pada baterai atau sistem kelistrikan. Bahkan, risiko korsleting juga bisa muncul.
Komponen Rem Bisa Alami Masalah Serius
Banyak varian yang tidak memiliki mode netral yang sepenuhnya memisahkan motor dari roda. Artinya, saat diderek, roda tetap menggerakkan motor. Tanpa pelumasan yang cukup, motor atau transmisi bisa cepat aus atau rusak.
Selain itu, pada umumnya menggunakan rem elektrik otomatis. Jika mobil mati total dan rem tidak bisa dilepas, memaksa derek bisa menyebabkan rem aus, macet, atau rusak parah.
Potensi Korsleting hingga Bahaya Keselamatan
Sistem kelistrikannya bekerja dengan tegangan sangat tinggi, bisa mencapai 400 hingga 800 volt. Jika tidak ditangani sesuai prosedur, risiko tersengat listrik atau korsleting sangat tinggi. Ini berbahaya, baik untuk pemilik mobil maupun teknisi derek.
Posisi Baterai yang Rentan Terkena Benturan
Baterai mobil listrik biasanya terpasang di bagian bawah bodi mobil. Saat penderekan dilakukan sembarangan, misalnya menggunakan metode tarik biasa, baterai bisa mengalami benturan atau tekanan. Hal ini bisa menyebabkan kebocoran, kerusakan internal, atau bahkan kebakaran.
Cara Aman Menderek Mobil Listrik
Agar tetap aman, ada beberapa langkah yang disarankan:
- Gunakan towing jenis flatbed – Derek jenis ini mengangkat seluruh mobil, sehingga roda tidak menyentuh jalan.
- Ikuti buku manual kendaraan – Produsen selalu menyertakan panduan teknis, termasuk cara menderek mobil dengan aman.
- Aktifkan mode netral dan nonaktifkan rem parkir elektrik – Ini penting untuk mencegah kerusakan pada komponen drivetrain dan rem.
Perlakukan Mobil Listrik dengan Penanganan Khusus
Berbeda dari mobil bensin, mobil listrik tidak boleh ditangani sembarangan saat mogok. Risiko kerusakan teknis sangat tinggi, mulai dari motor listrik, baterai, hingga sistem rem. Untuk itu, penting bagi pengguna mobil listrik memahami prosedur penanganan darurat, termasuk proses penderekan.
“Baca juga : Samsung Galaxy F17 5G Meluncur, Harga Mulai Rp2,7 Juta”
Dengan memahami karakteristik dan risiko mobil listrik, pengguna bisa menjaga performa kendaraan tetap optimal sekaligus menghindari biaya perbaikan besar. Sebaiknya, selalu hubungi layanan towing resmi atau teknisi bersertifikat saat menghadapi situasi darurat.




Leave a Reply