Bahlil Dorong Golkar Aceh Perkuat Konsolidasi untuk Tambah Kursi Legislatif
Konsolidasi Organisasi Jadi Strategi Golkar Aceh Hadapi Pemilu Mendatang
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta jajaran Partai Golkar Aceh memperkuat konsolidasi organisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Menurut dia, penguatan struktur partai dari tingkat provinsi hingga desa menjadi faktor penting dalam mencapai target politik.
Bahlil menyampaikan arahan tersebut saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh periode 2025-2030 yang dipimpin M. Salim Fakhri di Banda Aceh, Sabtu.
Dalam kesempatan itu, Bahlil menegaskan bahwa konsolidasi merupakan instrumen utama bagi partai politik yang ingin memperbesar kekuatan elektoral. Ia menyebut musyawarah daerah (musda) dan pelantikan pengurus sebagai bagian dari proses membangun soliditas internal.
“Dalam konteks menaikkan kursi, kami menetapkan bahwa konsolidasi adalah instrumen terpenting untuk menuju penambahan kursi. Musda dan pelantikan merupakan bagian dari konsolidasi,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan partai politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga kemampuan organisasi dalam mengelola struktur, kader, dan komunikasi politik. Karena itu, konsolidasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh jajaran partai memiliki arah perjuangan yang sama.
Menurut Bahlil, pengurus di setiap tingkatan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan dengan masyarakat. Struktur partai yang kuat dinilai mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
baca juga: Sahroni Kenang Rachmat Gobel: Mentor Politik yang Humble dan Tulus
Golkar Targetkan Penguatan Struktur hingga Tingkat Desa
Bahlil menyampaikan selamat kepada M. Salim Fakhri bersama sekitar 180 pengurus DPD I Partai Golkar Aceh yang resmi dilantik. Ia berharap kepengurusan baru tersebut mampu mempercepat konsolidasi dan memperkuat basis partai di seluruh wilayah Aceh.
Ia menjelaskan Partai Golkar memiliki dua agenda utama, yakni meningkatkan jumlah kursi legislatif serta mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan berakhir.
Menurut Bahlil, peningkatan kursi legislatif membutuhkan kerja politik yang terencana, mulai dari penguatan kader, penyusunan program, hingga pendekatan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh pengurus tidak hanya fokus pada kegiatan politik menjelang pemilu, tetapi membangun kepercayaan publik secara konsisten.
Ia juga mengingatkan bahwa konsolidasi internal harus dilakukan hingga tingkat paling bawah. Menurutnya, kekuatan partai politik akan semakin besar apabila seluruh pengurus daerah memiliki struktur yang aktif dan mampu bekerja sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya meminta kepada pengurus provinsi setelah ini segera melaksanakan musda di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa,” ujarnya.
Bahlil menilai konsolidasi yang berjalan baik dapat memperkuat koordinasi antarstruktur partai sekaligus meningkatkan efektivitas kerja politik di tingkat akar rumput. Dengan struktur yang solid, partai dapat lebih cepat merespons berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Golkar Aceh Dorong Peningkatan Perolehan Kursi Legislatif
Selain membahas strategi internal partai, Bahlil juga menyoroti perkembangan situasi global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan sektor energi.
Ia meminta Partai Golkar tetap berada di barisan terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah, termasuk membantu pembangunan di Aceh. Bahlil menekankan pentingnya komunikasi antara partai politik dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Golkar Aceh saya minta harus bersama-sama dengan Pak Gubernur untuk melanjutkan pembangunan Aceh. Kalau ada yang kurang, dibicarakan baik-baik,” kata Bahlil.
Ia menyampaikan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga stabilitas daerah melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat. Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi antara eksekutif, legislatif, serta elemen masyarakat.
Bahlil juga mengingatkan agar jajaran Golkar Aceh dapat menjaga kekompakan dalam menjalankan program organisasi. Soliditas internal dinilai menjadi kunci agar partai mampu menghadapi persaingan politik yang semakin dinamis.
Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh M. Salim Fakhri menyatakan pihaknya optimistis dapat meningkatkan perolehan kursi pada pemilu berikutnya. Ia menyebut saat ini Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRD kabupaten/kota, anggota DPR Aceh, serta tiga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh.
Salim mengatakan jumlah tersebut menjadi modal awal bagi Golkar Aceh untuk memperluas kekuatan politik. Namun, ia menegaskan partai tidak akan berhenti pada capaian yang sudah ada dan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi.
“Kami tidak bermuluk-muluk. Insya Allah akan kami tambah. Nanti akan kami buktikan, apalagi kalau kami bisa bersatu dengan Forkopimda,” ujar Salim.
Ia menambahkan, dukungan dari seluruh elemen daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja politik dan pembangunan Aceh. Menurutnya, hubungan baik antara partai, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif.
Konsolidasi Jadi Modal Politik Golkar Aceh ke Depan
Penguatan konsolidasi yang ditekankan Bahlil menjadi bagian dari strategi Partai Golkar dalam menghadapi agenda politik mendatang. Partai berlambang pohon beringin tersebut berupaya memastikan seluruh kader dan pengurus memiliki kesiapan organisasi untuk meningkatkan perolehan suara.
Di tingkat daerah, Golkar Aceh diharapkan mampu memperkuat peran legislatif melalui kerja politik yang lebih dekat dengan masyarakat. Peningkatan jumlah kursi parlemen tidak hanya menjadi target elektoral, tetapi juga menjadi sarana memperbesar kontribusi partai dalam pembangunan daerah.
Dengan kepengurusan baru periode 2025-2030, Golkar Aceh menargetkan adanya peningkatan kinerja organisasi, perluasan jaringan kader, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membawa partai mencapai target penambahan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
baca juga: AMPG ajak warga terdampak bencana tidak lagi tinggal di tenda




Leave a Reply