- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mewakili Pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan terima kasih kepada jajaran aparat dan masyarakat atas pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini yang berjalan dengan baik, tertib, dan lancar.
“Kami selaku pemerintah dan mewakili Bapak Presiden, pertama-tama ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan juga kepada seluruh masyarakat. Kemarin serta hari ini, beberapa teman-teman lembaga survei menyampaikan bahwa proses satu bulan kita menjalani ibadah bulan suci Ramadan, kemudian proses Lebaran mudik maupun arus balik dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Lancar dari Ramadan hingga Arus Balik
Prasetyo mengatakan bahwa kelancaran momen tersebut terlihat dari rangkaian kegiatan masyarakat selama bulan Ramadan hingga periode Lebaran. Seluruh rangkaian tersebut dapat dilalui tanpa kendala berarti, mulai dari ibadah di bulan puasa, pelaksanaan shalat Idul Fitri, hingga pergerakan jutaan pemudik yang pulang dan kembali ke kota perantauan.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan ini juga didukung oleh perencanaan yang telah disusun sebelumnya untuk memastikan mobilitas warga berjalan optimal.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Tinggi
Prasetyo menambahkan bahwa sejumlah lembaga survei independen juga mencatat adanya tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik dan arus balik tahun ini. Meskipun tidak menyebutkan angka spesifik, pernyataan ini mengindikasikan bahwa upaya pemerintah dalam mengelola arus mudik—mulai dari rekayasa lalu lintas, posko pelayanan, hingga kesiapan jalan tol dan nontol—direspon positif oleh publik.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan masyarakat antara lain:
- Penerapan one way dan contra flow yang lebih terkoordinasi di jalan tol Trans-Jawa
- Kesiapan rest area dengan penambahan toilet portable dan pos kesehatan
- Diskon tarif tol yang diberikan pada periode tertentu untuk mengurangi kepadatan
- Kesiapan petugas di posko mudik yang tersebar dari Merak hingga Banyuwangi
Apresiasi untuk Seluruh Pihak
Mensesneg secara khusus mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian, TNI, petugas transportasi (darat, laut, dan udara), petugas kesehatan, relawan, serta seluruh masyarakat yang disiplin mengikuti aturan mudik.
“Semua ini tidak akan terwujud tanpa kerja sama dan kesadaran bersama. Pemerintah hanya bisa merencanakan, tetapi eksekusi di lapangan dan kepatuhan masyarakat adalah kunci utamanya,” ujar Prasetyo.
Dengan berakhirnya arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada H+3 hingga H+5 Lebaran (24-26 Maret 2026), pemerintah kini mulai mengevaluasi pelaksanaan mudik tahun ini untuk persiapan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.
“Baca Juga : Kopdes Merah Putih Siap Layani Puluhan Juta Peserta BPJS“
Meski Lancar, Pemerintah Catat Sejumlah Evaluasi untuk Perbaikan Arus Mudik ke Depan
Meskipun arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut masih terdapat sejumlah catatan yang menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Meskipun ada catatan-catatan tentunya untuk perbaikan. Tapi Alhamdulillah semua dapat kita lalui dan masyarakat menyampaikan kepuasannya. Ini adalah hasil kerja sama kita semua, hasil perencanaan yang memang dirancang sedemikian rupa untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Tingkat Kepuasan Publik Capai 80,8 Persen
Sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 80,8 persen. Angka ini berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencerminkan evaluasi positif terhadap layanan pemerintah di tengah mobilitas sekitar 47 juta warga.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa penilaian tersebut berasal dari seluruh responden, baik yang melakukan mudik maupun yang tidak. Artinya, persepsi positif terhadap pengelolaan mudik tidak hanya dirasakan oleh pemudik langsung, tetapi juga oleh masyarakat yang merasakan dampak tidak langsung seperti pengalihan arus lalu lintas atau kepadatan di tempat wisata.
Catatan Evaluasi untuk Tahun Depan
Meskipun angka kepuasan tinggi, pemerintah tidak berpuas diri. Beberapa catatan yang muncul dari evaluasi internal dan masukan masyarakat antara lain:
- Kepadatan di rest area – Meskipun sudah ditambah toilet portabel, rest area di tol Trans-Jawa masih mengalami lonjakan pengunjung yang melebihi kapasitas pada puncak arus mudik (H-3 hingga H-1)
- Antrean di pelabuhan penyeberangan – Bakauheni dan Ketapang masih mengalami antrean kendaraan yang panjang meskipun sistem booking tiket sudah diterapkan
- Keterbatasan posko kesehatan – Beberapa posko kesehatan di jalur nontol dilaporkan kekurangan obat-obatan dan tenaga medis pada H+2 arus balik
- Kurangnya sosialisasi jalur alternatif – Masih banyak pemudik yang tidak mengetahui jalur alternatif untuk menghindari kemacetan, sehingga semua kendaraan tetap memadati jalur utama
Komitmen Pemerintah untuk Perbaikan Berkelanjutan
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan catatan-catatan tersebut sebagai bahan introspeksi. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga—termasuk Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan PT Jasa Marga—akan terus ditingkatkan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus kami jaga dan tingkatkan kualitasnya setiap tahun,” tutup Prasetyo.
Dengan evaluasi yang matang dan keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan masukan, diharapkan arus mudik Lebaran 2027 dapat berjalan lebih baik lagi—lebih lancar, lebih aman, dan lebih nyaman bagi seluruh pemudik.
“Baca Juga : Fujifilm Luncurkan Instax Mini 13 Cetak Foto Instan“




Leave a Reply