Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I/2026, FDI Tetap Sesuai Target
Rosan Roeslani Sampaikan Capaian Investasi Indonesia kepada Presiden
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengenai perkembangan realisasi investasi pada Kuartal II/2026 dan Semester I/2026.
Dalam laporan tersebut, Rosan menyampaikan bahwa nilai investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) masih berjalan sesuai dengan target pemerintah. Capaian itu menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi dan iklim investasi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Rosan menyampaikan laporan tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Ia menyebut komitmen investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih berada dalam jalur yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulilah, bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in-line dengan target yang dicanangkan,” kata Rosan dalam keterangan kepada wartawan.
Realisasi Investasi Semester I/2026 Capai Rp1.010,6 Triliun
Rosan menjelaskan pemerintah menetapkan target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Hingga periode Januari-Juni 2026, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun.
baca juga: Purnawirawan TNI AD Teguh Arief Ditunjuk Jadi Dirut Peruri
Angka tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 7,2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Realisasi Semester I/2026 juga telah mencapai sekitar 49,5 persen dari total target investasi yang ditetapkan untuk sepanjang tahun.
“Ini sesuai dengan target kami, itu adalah 49,5 persen dari total target dalam satu tahun,” ujar Rosan.
Selain nilai investasi, pemerintah juga mencatat dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Dari investasi yang masuk selama Semester I/2026, sebanyak 1.448.862 orang mendapatkan kesempatan kerja.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pemerintah menilai peningkatan penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu indikator bahwa investasi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Komposisi PMA dan PMDN Berjalan Seimbang
Rosan mengungkapkan komposisi investasi pada Semester I/2026 relatif berimbang antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Investasi domestik atau PMDN tercatat mencapai Rp502,9 triliun atau sekitar 49,8 persen dari total investasi. Sementara itu, realisasi PMA mencapai Rp507,6 triliun.
Dari sisi persebaran wilayah, investasi juga menunjukkan distribusi yang hampir merata antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Investasi di Jawa tercatat sebesar Rp502,8 triliun dengan pertumbuhan 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara investasi di luar Jawa mencapai sekitar Rp507,8 triliun dengan pertumbuhan 6,7 persen secara tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan upaya pemerataan investasi terus berjalan, terutama melalui pengembangan sektor ekonomi di berbagai daerah.
Investor Nilai Stabilitas Indonesia Menjadi Faktor Utama
Menurut Rosan, salah satu faktor yang membuat investor tetap tertarik menanamkan modal di Indonesia adalah stabilitas ekonomi, politik, dan sosial.
Ia menjelaskan investasi asing langsung berbeda dengan investasi pasar modal karena membutuhkan komitmen jangka panjang. Investor biasanya mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menanamkan modal dalam periode yang panjang.
“Kalau mereka investasi FDI tidak seperti investasi di pasar modal yang mereka bisa in and out at any time, itu adalah long-term commitment,” kata Rosan.
Ia menambahkan investor melihat Indonesia memiliki kondisi yang relatif stabil dibandingkan sejumlah negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Malaysia. Stabilitas tersebut menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan global yang ingin memperluas bisnisnya.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas investasi melalui kebijakan hilirisasi, penguatan industri nasional, serta penciptaan lapangan kerja baru. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing Indonesia.
Pemerintah Optimistis Target Investasi 2026 Tercapai
Dengan capaian hampir setengah dari target tahunan pada Semester I/2026, pemerintah optimistis realisasi investasi nasional dapat mencapai sasaran hingga akhir tahun.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi akan terus menjaga kepercayaan investor melalui penyederhanaan proses investasi, peningkatan kepastian regulasi, serta pengembangan sektor prioritas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Capaian investasi Semester I/2026 menjadi salah satu indikator bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang kompetitif di kawasan. Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat berlanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja sepanjang 2026.
baca juga: Kepala BKPM: Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun




Leave a Reply