carguyshub -Apple dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan kompetitor lamanya, Intel. Raksasa teknologi asal Cupertino itu mungkin akan memasok chip untuk iPhone dan Mac dari perusahaan yang dulu menjadi pemasok prosesor Mac-nya. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada Jumat (8/5) .
Dikutip dari Macrumors, kesepakatan awal telah dicapai setelah kedua perusahaan melakukan diskusi intensif selama setahun terakhir. Kesepakatan awal itu memberi kemungkinan bagi Intel untuk memproduksi prosesor bagi gawai-gawai Apple .
Intel nantinya akan membuat chip berdasarkan desain dari Apple sendiri. Sistem ini sama dengan yang selama ini diadopsi antara Apple dan TSMC . Selama ini, TSMC merupakan satu-satunya produsen chip untuk chip seri A (iPhone) dan M (Mac) .
Kabar ini langsung disambut positif oleh pasar. Saham Intel melonjak hingga 15 persen, sementara saham Apple naik sekitar 1,7 persen. Bagi Intel, kontrak dengan Apple berpotensi menghadirkan permintaan stabil dari salah satu perusahaan elektronik konsumen terbesar di dunia. Kerja sama ini juga dapat memperkuat reputasi Intel di bisnis manufaktur chip yang dalam beberapa tahun terakhir tertinggal dari TSMC .
Pemerintah Amerika Serikat disebut memiliki peran penting dalam mendorong Apple untuk duduk di meja perundingan dengan Intel. Pemerintah AS diketahui menjadi pemegang saham terbesar Intel tahun lalu melalui kesepakatan dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan. Target pemerintahan Donald Trump untuk meningkatkan produksi chip di dalam negeri menjadi latar belakang utamaÂ
Baca juga:Huawei Rilis Tablet Super Tipis MatePad Pro Max
Intel Bisa Produksi Chip Kelas Bawah iPad dan Mac, Bukan Seri Pro
Rumor sebelumnya menyebut jenis chip yang akan dibuat Intel. Perusahaan ini dapat membuat beberapa prosesor kelas bawah untuk perangkat Apple. Contohnya adalah chip seri M kelas terendah. Chip ini biasanya digunakan dalam model iPad dan Mac tertentu. Bukan seri M Pro atau M Max yang lebih bertenaga.
Sebelum Apple menciptakan Apple Silicon, sejarah mencatat hubungan lain. Perusahaan pernah mengandalkan Intel sepenuhnya. Chip rancangan Intel menjadi dapur pacu produk Mac selama bertahun-tahun. Era itu berlangsung dari pertengahan 2000-an hingga 2020. Namun hubungan tersebut tidak selalu mulus.
Selama kerja sama dengan Intel berlangsung, Apple mengalami penundaan chip yang terus-menerus. Setiap generasi prosesor baru sering terlambat dari jadwal. Akibatnya, peluncuran Mac ikut tertunda. Hal inilah yang mendorong Apple mulai merancang chip sendiri. Apple Silicon lahir untuk mengakhiri ketergantungan pada Intel. Sekarang, jika kerja sama ini benar-benar terjadi, situasinya berbeda. Kali ini Intel hanya sebagai produsen berdasarkan desain Apple, bukan sebagai perancang. Apple tetap memegang kendali penuh atas arsitektur chip. Dengan demikian, risiko penundaan seperti masa lalu diharapkan tidak terulang.
Di Bawah Lip Bu Tan, Intel Fokus ke Node 14A 1,4nm, Apple Incar Diversifikasi dari TSMC
Setelah Intel menggeser Pat Gelsinger dari kursi CEO, perubahan besar terjadi. Jabatan puncak kini diisi oleh Lip Bu Tan sejak tahun lalu. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berupaya kembali menjalankan bisnis manufaktur chip. Fokus utamanya adalah menghadirkan chip dengan node proses paling canggih, yaitu 14A. Produksi untuk node 1,4 nanometer ini disiapkan mulai tahun 2028.
Intel pun secara aktif mencari pelanggan untuk node 14A yang ambisius itu. Di samping itu, Intel juga membuat chip 18A. Teknologi ini dibangun di atas node 1,8 nanometer. Perusahaan juga tetap memproduksi chip dengan node proses yang lebih lama untuk segmen tertentu.
Bertepatan dengan momen kebangkitan Intel tersebut, Apple bergerak di sisi lain. Perusahaan telah berupaya untuk mendiversifikasi rantai pasokannya. Selama beberapa waktu terakhir, TSMC merupakan satu-satunya produsen chip Apple. Kondisi monopoli ini berisiko bagi kelancaran produksi jika terjadi gangguan. Maka, mendekati Intel adalah langkah logis bagi Apple. Meski belum resmi, kabar ini menunjukkan bahwa industri semikonduktor global memasuki babak baru. Persaingan dan kerja sama antara raksasa teknologi akan semakin menarik untuk disimak.
Baca juga:Oppo Uji Sensor Kamera Selfie Persegi 100 MP untuk Ponsel Masa Depan




Leave a Reply