carguyshub.com -Google memutuskan menghentikan fitur Dark Web Report mulai Februari 2026.
Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengevaluasi efektivitas layanan tersebut bagi pengguna.Dalam laman dukungan resminya, Google menyatakan manfaat Dark Web Report belum optimal.
Banyak pengguna menilai fitur ini tidak memberikan langkah lanjutan yang jelas.
Dark Web Report berfungsi memberi peringatan jika data pengguna ditemukan di dark web.
Namun, setelah menerima peringatan, pengguna sering tidak tahu tindakan selanjutnya.Google mengakui masukan tersebut datang dari berbagai kanal.Keluhan pengguna muncul melalui laporan internal dan diskusi publik daring.
TechCrunch melaporkan pada Rabu, 17 Desember 2025, keluhan juga ramai di forum Reddit.
Pengguna menyebut alat tersebut hanya memberi notifikasi tanpa panduan yang bisa ditindaklanjuti.
Sebagian pengguna merasa kebingungan menentukan akun mana yang terdampak.
Sering kali, satu-satunya saran adalah mengganti kata sandi secara umum.
“Kami melakukan perubahan ini untuk fokus pada alat dengan langkah jelas dan dapat ditindaklanjuti,” tulis Google.
Pernyataan itu disampaikan melalui laman dukungan resmi perusahaan.
Meski menghentikan Dark Web Report, Google menegaskan komitmen terhadap keamanan pengguna.
Perusahaan menyebut fokus keamanan akan dialihkan ke fitur yang lebih praktis.
Google mendorong penggunaan Security Checkup untuk meninjau perlindungan akun.
Fitur ini membantu pengguna mengevaluasi setelan keamanan secara menyeluruh.Selain itu, Google merekomendasikan Password Manager untuk membuat kata sandi unik.Fitur ini dirancang mengurangi risiko penggunaan ulang kata sandi.
Google juga mengandalkan Password Checkup untuk mendeteksi kata sandi bocor.
Pengguna akan menerima peringatan jika kredensial disalahgunakan.
Google memastikan seluruh data pemantauan akan dihapus dari server setelah tanggal tersebut.
Perusahaan juga menyediakan opsi penghapusan data lebih cepat.Pengguna dapat menghapus profil pemantauan secara manual.
Langkah ini tersedia melalui menu “Edit monitoring” dan “Delete monitoring profile.”Pengamat keamanan digital menilai langkah Google bersifat strategis.Pendekatan baru dinilai lebih membantu pengguna menghadapi risiko kebocoran data.
Baca juga:“Instagram Rilis Fitur untuk Melihat dan Atur Algoritma Reels”
Google AI Mode Hadirkan Canvas untuk Menyusun Itinerary Perjalanan Otomatis
Google memperkenalkan fitur baru AI Mode dengan alat bernama Canvas.
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menyusun itinerary perjalanan secara otomatis.Canvas memungkinkan pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih cepat dan terstruktur.Pengguna cukup memasukkan tujuan, durasi, dan preferensi perjalanan.Google AI kemudian menyusun rencana perjalanan lengkap secara instan.
Itinerary mencakup jadwal harian, rekomendasi lokasi, dan estimasi waktu kunjungan.
Fitur ini terintegrasi langsung dengan ekosistem Google.
Canvas memanfaatkan data dari Google Maps, Search, dan ulasan pengguna.Google menyatakan AI Mode bertujuan menyederhanakan perencanaan perjalanan.Banyak pengguna sebelumnya harus membuka banyak tab dan aplikasi.Dengan Canvas, proses tersebut dipusatkan dalam satu tampilan kerja.Pengguna dapat mengedit, menyesuaikan, dan memperbarui itinerary secara real time.Google menjelaskan Canvas bekerja seperti papan kerja digital.
AI menyusun rencana awal, lalu pengguna dapat menambahkan detail pribadi.
Misalnya, pengguna bisa menyesuaikan jam keberangkatan atau durasi kunjungan.
Canvas juga dapat menyesuaikan rencana berdasarkan minat kuliner atau budaya.Google menyebut AI Mode memanfaatkan model kecerdasan buatan generatif terbaru.Model ini dirancang memahami konteks perjalanan dan kebutuhan pengguna.
Dalam dokumentasi resminya, Google menyatakan fokus pada pengalaman praktis.
Perusahaan ingin AI memberi hasil yang bisa langsung digunakan.
Google AI Mode Hadirkan Canvas untuk Menyusun Itinerary Perjalanan Otomatis
Fitur ini juga mendukung perencanaan perjalanan kelompok.
Pengguna dapat membagikan Canvas untuk kolaborasi bersama teman atau keluarga.Setiap perubahan akan tersimpan otomatis di akun Google pengguna.Hal ini memudahkan akses lintas perangkat.Pengamat teknologi menilai Canvas memperkuat posisi Google di layanan perjalanan.Google sebelumnya sudah dominan melalui Maps dan pencarian destinasi.Dengan AI Mode, Google masuk lebih dalam ke tahap perencanaan.Langkah ini berpotensi mengurangi ketergantungan pengguna pada aplikasi pihak ketiga.Google belum mengumumkan ketersediaan global fitur ini.Peluncuran dilakukan secara bertahap untuk pengg
Dengan tab baru ini, Google menyederhanakan pengalaman pencarian visual.
Langkah ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi konten berbasis gambar.Google menyebut tab Gambar membantu pencarian produk, tempat, dan inspirasi visual.Fitur ini relevan untuk belanja daring, perjalanan, dan pencarian ide kreatif.Tab Gambar terintegrasi dengan teknologi Google Images.Hasilnya menampilkan foto resolusi tinggi dari berbagai sumber tepercaya.Google juga mengoptimalkan tab ini untuk layar ponsel.Tata letak dibuat lebih ringkas dan mudah dijelajahi dengan sentuhan.
Perusahaan menjelaskan fitur ini dirilis bertahap.
Pengguna Android dan iOS akan menerima pembaruan secara otomatis.Langkah ini memperkuat fokus Google pada pencarian visual.
Pengamat teknologi menilai tab Gambar meningkatkan efisiensi pencarian seluler.
Pengguna dapat langsung melihat referensi visual tanpa berpindah halaman.
Google belum mengumumkan perubahan pada versi desktop.
Namun, fitur ini dapat menjadi dasar pembaruan lintas.Google diperkirakan menambahkan integrasi AI pada tab Gambar.
Pengembangan tersebut berpotensi menghadirkan hasil pencarian lebih kontekstual.
Baca juga:“PP Tunas, Menkomdigi Tegaskan Sanksi Hanya untuk Platform Digital Bukan Orangtua”




Leave a Reply