carguyshub – Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV) China terus berkembang pesat. Total titik pengisian daya mencapai 21,01 juta per akhir Februari 2026. Angka ini meningkat 47,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian ungkap Badan Energi Nasional China.
Dari total tersebut, fasilitas pengisian daya publik berjumlah 4,834 juta unit. Jumlah ini naik 28,8 persen dari tahun sebelumnya. Fasilitas pengisian daya pribadi mencapai total 16,176 juta unit per akhir bulan lalu. Angka ini melonjak 54,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan pengisian daya yang kuat di sektor perumahan.
Data ini bersumber dari platform pemantauan dan layanan infrastruktur pengisian daya nasional China. Angka-angka tersebut menyoroti perluasan berkelanjutan jaringan dukungan EV di China. Pertumbuhan infrastruktur sejalan dengan lonjakan penjualan EV di negara tersebut.
Pada 2025, sektor EV China mengalami percepatan pertumbuhan yang signifikan. Produksi EV mencapai 16,626 juta unit sepanjang tahun. Penjualan EV tercatat sebanyak 16,49 juta unit. Data ini bersumber dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (CAAM). Kedua angka tersebut tumbuh masing-masing 29 persen dan 28,2 persen secara tahunan.
Perkembangan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor kunci dalam adopsi EV. Ketersediaan fasilitas pengisian yang memadai mengurangi kekhawatiran konsumen. Pemerintah China terus mendorong pembangunan jaringan pengisian daya. Targetnya adalah mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Sektor perumahan menunjukkan pertumbuhan paling signifikan dalam penggunaan fasilitas pengisian daya. Lonjakan 54,6 persen pada fasilitas pribadi menunjukkan tren adopsi EV di kalangan individu. Masyarakat semakin percaya diri beralih ke kendaraan listrik. Ketersediaan fasilitas pengisian di rumah menjadi faktor pendorong utama.
China terus mempertahankan posisinya sebagai pasar EV terbesar di dunia. Kombinasi antara pertumbuhan penjualan dan pengembangan infrastruktur menciptakan ekosistem yang matang. Langkah ini sejalan dengan komitmen China dalam mengurangi emisi karbon. Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan terus berjalan dengan dukungan infrastruktur yang kuat.
“Baca Juga : Malaysia Pastikan Perang Teluk Tak Pengaruhi SEA Games 2027”
Infrastruktur Pengisian Daya EV China Tumbuh 47,8 Persen, Capai 21 Juta Unit
Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV) China terus berkembang pesat. Total titik pengisian daya mencapai 21,01 juta per akhir Februari 2026. Angka ini meningkat 47,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian ungkap Badan Energi Nasional China.
Dari total tersebut, fasilitas pengisian daya publik berjumlah 4,834 juta unit. Jumlah ini naik 28,8 persen dari tahun sebelumnya. Fasilitas pengisian daya pribadi mencapai total 16,176 juta unit per akhir bulan lalu. Angka ini melonjak 54,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan pengisian daya yang kuat di sektor perumahan.
Data ini bersumber dari platform pemantauan dan layanan infrastruktur pengisian daya nasional China. Angka-angka tersebut menyoroti perluasan berkelanjutan jaringan dukungan EV di China. Pertumbuhan infrastruktur sejalan dengan lonjakan penjualan EV di negara tersebut.
Pada 2025, sektor EV China mengalami percepatan pertumbuhan yang signifikan. Produksi EV mencapai 16,626 juta unit sepanjang tahun. Penjualan EV tercatat sebanyak 16,49 juta unit. Data ini bersumber dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (CAAM). Kedua angka tersebut tumbuh masing-masing 29 persen dan 28,2 persen secara tahunan.
Pada Oktober 2025, China meluncurkan rencana aksi tiga tahun untuk meningkatkan infrastruktur pengisian daya EV. Rencana ini menargetkan pembangunan jaringan nasional yang ambisius. Targetnya adalah mencapai 28 juta fasilitas pengisian daya pada akhir 2027. Kapasitas pengisian publik ditargetkan lebih dari 300 juta kilowatt. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung transisi energi.
Perkembangan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor kunci dalam adopsi EV. Ketersediaan fasilitas pengisian yang memadai mengurangi kekhawatiran konsumen. Pemerintah China terus mendorong pembangunan jaringan pengisian daya. Targetnya adalah mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Sektor perumahan menunjukkan pertumbuhan paling signifikan dalam penggunaan fasilitas pengisian daya. Lonjakan 54,6 persen pada fasilitas pribadi menunjukkan tren adopsi EV di kalangan individu. Masyarakat semakin percaya diri beralih ke kendaraan listrik. Ketersediaan fasilitas pengisian di rumah menjadi faktor pendorong utama.
China terus mempertahankan posisinya sebagai pasar EV terbesar di dunia. Kombinasi antara pertumbuhan penjualan dan pengembangan infrastruktur menciptakan ekosistem yang matang. Langkah ini sejalan dengan komitmen China dalam mengurangi emisi karbon. Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan terus berjalan dengan dukungan infrastruktur yang kuat.
“Baca Juga : Panduan Memilih Kondisioner untuk Rambut Kering Rusak”




Leave a Reply