carguyshub.com -Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menandatangani Adendum Nota Kesepakatan untuk mencetak 19.000 talenta digital. Kerja sama ini diinisiasi melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis nasional, seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia digital di berbagai sektor. “Pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis nasional. Kami senang MoU pertama dengan pemerintah provinsi dilakukan bersama Jawa Timur,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat.
Adendum ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital generasi muda dan pekerja lokal melalui pelatihan intensif di bidang teknologi informasi, pengembangan aplikasi, data analitik, dan keamanan siber. Program ini juga akan menyiapkan peserta menghadapi kebutuhan industri digital yang berkembang pesat.
Pemprov Jatim mendukung penuh program ini, mengingat Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi digital tinggi. Kepala BPSDM Kemkomdigi menyatakan, program ini akan memadukan kurikulum nasional dan kebutuhan industri lokal untuk memastikan lulusan siap bekerja.
Baca juga:“Fujifilm Hadirkan Kamera Instan dan Printer Smartphone”
JAWA TIMUR DIANGGAP STRATEGIS UNTUK PENGEMBANGAN TALENTA DIGITAL NASIONAL
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai Jawa Timur memiliki peran strategis dalam pengembangan talenta digital nasional. Provinsi ini menjadi pilot project kemitraan pusat-daerah untuk menyiapkan 19.000 tenaga digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan, ekosistem digital di Jawa Timur sudah berjalan baik karena kolaborasi antara pesantren, akademisi, dan rumah sakit. “Tidak ada transformasi digital yang bisa bagus sendiri,” ujarnya.
Secara nasional, kebutuhan talenta digital terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada 2030. Kondisi ini mendorong penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah sebagai strategi penting untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan jumlah penduduk sekitar 42 juta jiwa, Jawa Timur dipandang memiliki potensi besar mendukung pencapaian target nasional. Meutya menambahkan, program pelatihan talenta digital akan memadukan kompetensi teknis dan soft skill untuk peserta.
Pelatihan ini meliputi pengembangan aplikasi, keamanan siber, data analitik, dan kewirausahaan digital. Peserta juga akan mendapat akses laboratorium dan fasilitas kolaborasi yang disediakan Pemprov Jatim.
Kemkomdigi berharap model kemitraan ini bisa diperluas ke provinsi lain, sehingga pertumbuhan ekosistem digital Indonesia merata dan memperkuat daya saing tenaga kerja nasional.
PEMBANGUNAN TALENTA DIGITAL JAWA TIMUR DIRANCANG SEBAGAI PERJALANAN BELAJAR BERKELANJUTAN
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Pemprov Jawa Timur merancang program pengembangan talenta digital untuk 19.000 peserta. Program ini dirancang sebagai perjalanan pembelajaran yang berkelanjutan untuk memperluas literasi dan kapasitas digital masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan, program ini bertahap dan memberi pengalaman belajar yang sistematis. “Ini bagian dari learning journey pengembangan talenta digital yang dirancang secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya di Surabaya, Jumat.
Skala pelatihan yang besar menunjukkan komitmen serius Pemprov Jatim dalam mendukung transformasi digital. Peserta akan memperoleh keterampilan teknis, pemahaman literasi digital, serta pengembangan soft skill terkait inovasi teknologi.
Program ini juga membuka ruang kolaborasi dengan industri, mitra global, dan komunitas teknologi. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan karya anak bangsa berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab tantangan digital nasional.
Baca juga:“Nothing Phone (4a) Pro Bakal Punya Baterai Jumbo 5.080mAh”




Leave a Reply