carguyshub.com -Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat integrasi 27 ribu aplikasi pusat dan daerah melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE. Program ini menjadi fondasi utama transformasi pemerintahan digital nasional.
Pemerintah menargetkan integrasi layanan publik agar masyarakat tidak lagi menghadapi sistem terpisah dan proses berulang. Melalui SPBE, layanan dirancang berada dalam satu arsitektur nasional yang terpadu dan efisien.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa pendekatan digitalisasi sektoral sudah tidak relevan. Pemerintah perlu menyatukan seluruh sistem agar layanan publik berjalan konsisten dan saling terhubung.
“Saat ini terdapat sekitar 27 ribu aplikasi yang tersebar di kementerian, lembaga, pusat, dan daerah,” ujar Nezar Patria. Ia menyebut kondisi ini menciptakan duplikasi, pemborosan anggaran, dan fragmentasi data pemerintahan.
Baca juga:“Demam pada Anak Tidak Selalu Perlu Diberi Paracetamol, Ini Penjelasan Dokter”
Integrasi SPBE Dorong Layanan Publik Terpadu dan Data Antarinstansi Terhubung
Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE secara nasional. Langkah ini bertujuan menyederhanakan layanan publik dan menghilangkan tumpang tindih sistem digital pemerintah.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komite I DPD RI. Pertemuan berlangsung di Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Januari.
Nezar menyatakan integrasi SPBE akan memangkas duplikasi sistem antarinstansi. Pemerintah juga menyederhanakan alur layanan dan memastikan konektivitas data lintas lembaga. Pendekatan ini mendukung pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat.
Bagi masyarakat, integrasi SPBE menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses. Sistem yang terhubung juga memastikan standar layanan konsisten di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pengalaman layanan yang sederhana dan efisien.
Pemerintah Perkuat Strategi Data dan Keamanan untuk Fase Lanjutan SPBE
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan pentingnya integrasi layanan dan standar keamanan informasi. Menurutnya, tanpa fondasi data yang kuat, transformasi digital tidak akan berkelanjutan.
Nezar menyampaikan pandangan tersebut dalam forum koordinasi pemerintah pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan SPBE membutuhkan keselarasan kebijakan dan implementasi di seluruh wilayah.
“SPBE adalah agenda nasional yang hanya dapat berjalan jika pusat dan daerah bergerak dalam satu arah,” ujar Nezar. Ia menilai fragmentasi kebijakan digital berpotensi melemahkan efektivitas layanan publik.
Penguatan keamanan informasi menjadi prioritas utama pada tahap berikutnya. Pemerintah menargetkan perlindungan data publik yang lebih baik, seiring meningkatnya pertukaran data antarinstansi. Standar keamanan nasional juga disiapkan untuk mencegah kebocoran dan penyalahgunaan data.
Baca juga:“Tangis Bahagia Tiwa Pecah Saat Sabet Emas 1.500 Meter Putri di APG 2025”




Leave a Reply