carguyshub.com -Laporan “State of Organizational Health 2025” dari Dale Carnegie menunjukkan masih ada kesenjangan signifikan dalam adopsi AI di organisasi.
Banyak pimpinan organisasi menilai integrasi AI berjalan mulus. Namun, kontribusi staf di level bawah menunjukkan tingkat adopsi yang rendah.
“Pimpinan menganggap integrasinya mulus, tetapi di bawah ternyata rendah. Ada gap dan itu isu yang artinya proses integrasi AI dianggap tidak menguntungkan bagi level bawah,” kata Joe Hart, President & CEO Dale Carnegie Global, saat diskusi di Jakarta, Senin.
Laporan menyoroti kesenjangan persepsi antara pimpinan dan kontributor individual. Hal ini menjadi tantangan mendasar bagi organisasi dalam akselerasi AI.
Selain persepsi, organisasi menghadapi tantangan terkait kesiapan teknologi dan budaya kerja. Staf sering merasa kurang dilibatkan dalam proses implementasi AI.
Menurut Hart, penguatan komunikasi dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci untuk menjembatani gap adopsi. Organisasi yang sukses memanfaatkan AI biasanya menyertakan seluruh level staf.
Baca juga:“Jelang Ramadan 2026, ID FOOD Amankan Stok Pangan Nasional”
Kepemimpinan Kunci Sukses Transformasi AI di Organisasi
Keberhasilan transformasi AI sangat bergantung pada peran pemimpin dalam membangun kejelasan, kepercayaan, dan keterlibatan seluruh karyawan.
Joe Hart, President & CEO Dale Carnegie Global, menekankan pentingnya kepemimpinan di era AI. Pemimpin dituntut menghadirkan ketenangan dan arah yang jelas.
“AI dapat meningkatkan efisiensi, tetapi manusialah yang menentukan bagaimana keputusan diambil, kepercayaan dibangun, dan organisasi bergerak maju,” kata Hart.
Ia menambahkan, ketika pemimpin memimpin manusia dengan sadar, teknologi akan memberikan dampak positif yang nyata bagi organisasi.
Laporan “State of Organizational Health 2025” menunjukkan, kesenjangan adopsi AI sering muncul akibat kurangnya keterlibatan manusia di level operasional.
Organisasi yang berhasil memanfaatkan AI secara maksimal adalah yang memastikan setiap lapisan staf memahami tujuan, proses, dan manfaat teknologi.
Hart menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan pelatihan berkelanjutan. Karyawan yang terlibat aktif lebih mampu mendukung inovasi berbasis AI.
Dale Carnegie Perkenalkan Kerangka Take Command untuk Kepemimpinan di Era AI
Laporan Dale Carnegie menekankan, tanpa kepemimpinan kuat, adopsi AI berisiko menimbulkan kelelahan organisasi dan menurunkan keterlibatan karyawan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Dale Carnegie memperkenalkan kerangka Take Command sebagai panduan kepemimpinan yang relevan di era teknologi.
Kerangka ini terdiri dari tiga pilar utama: mindset, relationships, dan future. Pilar ini dirancang untuk membantu pemimpin memimpin organisasi dengan efektif.
Pilar mindset fokus pada membangun kejelasan, ketenangan, dan kepercayaan diri. Pemimpin diharapkan mampu bertindak tegas meski menghadapi perubahan cepat dan kompleks.
Pilar relationships menekankan pembangunan kepercayaan, menjembatani kesenjangan lintas generasi, dan memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja modern.
Pilar future mengarahkan pemimpin untuk merencanakan masa depan organisasi secara strategis, termasuk mengintegrasikan teknologi baru seperti AI dengan bijak.
Joe Hart, President & CEO Dale Carnegie Global, mengatakan, “Kepemimpinan sadar adalah kunci agar teknologi memberikan dampak nyata dan positif bagi organisasi.”
Baca juga:“Tips Menghindari Nomor Tak Dikenal Menyebut Kamu di Status WhatsApp”




Leave a Reply