carguyshub – Meta dikabarkan akan segera meluncurkan dua model kacamata pintar Ray-Ban AI terbaru, yang dirancang khusus untuk pengguna dengan kebutuhan resep lensa (prescription wearers) . Kabar ini muncul setelah dokumen Federal Communications Commission (FCC) yang dipublikasikan awal Maret mengonfirmasi keberadaan perangkat baru dengan nama kode “Scriber” dan “Blazer” . Dokumen tersebut menyebut perangkat yang diuji sebagai unit produksi, bukan prototipe, menandakan bahwa peluncuran ke konsumen tinggal menunggu waktu .
Jika mengikuti pola peluncuran sebelumnya, Meta kemungkinan akan mengumumkan produk ini pada awal April atau paling lambat awal Mei . Langkah ini menunjukkan komitmen Meta untuk memperluas perangkat keras bertenaga AI ke pasar konsumen yang lebih luas, bekerja sama dengan raksasa optik EssilorLuxottica .
Ini merupakan pertama kalinya Meta dan EssilorLuxottica merilis model Ray-Ban yang secara khusus ditujukan untuk pemakai kacamata resep . Meskipun model sebelumnya telah mendukung pemasangan lensa resep, produk baru ini dirancang dengan strategi distribusi yang berbeda, yakni dijual terutama melalui saluran optik tradisional .
Keputusan ini mencerminkan strategi Meta untuk menjangkau pasar yang jauh lebih besar. Data menunjukkan sekitar 69 persen dari pasar kacamata global senilai US$223 miliar adalah kacamata resep . Mark Zuckerberg sendiri dalam panggilan pendapatan perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa “miliaran orang memakai kacamata atau lensa kontak untuk koreksi penglihatan,” dan “sulit membayangkan dalam beberapa tahun ke depan sebagian besar kacamata yang orang pakai bukanlah kacamata AI” .
Dari segi spesifikasi, kedua model baru ini—Scriber dan Blazer—dilaporkan akan hadir dalam pilihan gaya persegi dan bulat, dengan model Blazer tersedia dalam ukuran reguler dan besar . Keduanya merupakan kacamata AI tanpa layar (non-display) dengan kemampuan serupa dengan lini Ray-Ban Meta yang sudah ada: dilengkapi kamera, mikrofon, speaker, dan integrasi asisten Meta AI . Namun, terdapat peningkatan pada dukungan Wi-Fi 6 UNII-4 band yang dapat meningkatkan stabilitas koneksi untuk fitur seperti siaran langsung dan fungsi berbasis AI .
Model nomor lompatan signifikan dari RW4002-RW4014 menjadi RW7001 dan RW7002 mengindikasikan kemungkinan adanya pembaruan perangkat keras yang substansial . Kacamata ini juga akan hadir dengan charging case untuk pengisian daya portabel .
Langkah ekspansi ke segmen resep lensa ini juga menjadi solusi atas ketegangan yang sempat terjadi antara Meta dan EssilorLuxottica terkait strategi harga dan margin . Lensa resep memiliki harga eceran lebih tinggi dan margin lebih besar daripada kacamata hitam non-resep, sehingga meningkatkan keuntungan bagi EssilorLuxottica sekaligus memperbesar volume bagi Meta . Dengan penjualan yang mencapai lebih dari 7 juta unit pada 2025 dan target produksi hingga 20-30 juta unit per tahun, kedua mitra bisnis ini optimistis memperkuat posisi mereka di pasar kacamata pintar yang diproyeksikan tumbuh dari US$2,5 miliar pada 2025 menjadi US$14,4 miliar pada 2033 .
“Baca Juga : DJI Avata 360 Debut dengan Perekaman 8K 360 Derajat“
Strategi Kacamata AI Meta Menuai Hasil, Produksi Siap Tandai Peluncuran Dua Model Baru
Meta belum merilis spesifikasi teknis maupun fitur baru dari dua model kacamata Ray-Ban AI yang akan diluncurkan. Namun, dokumen FCC mengonfirmasi bahwa dua model yang lolos pengujian regulasi kemungkinan menawarkan pilihan desain yang berbeda. Perbedaan tersebut lebih ke arah variasi gaya, bukan tingkat produk yang sepenuhnya baru. Status “produksi siap” menandakan Meta sudah mulai memproduksi unit secara massal. Langkah ini membedakannya dari sekadar mencoba prototipe di tahap pengembangan.
Strategi kacamata AI Meta kini mulai menunjukkan hasil nyata di pasar konsumen. Kolaborasi dengan EssilorLuxottica, pemilik merek Ray-Ban, terbukti berhasil mengubah kacamata pintar menjadi produk yang diminati. Desain modis yang menyembunyikan kamera dan kemampuan AI menjadi kunci utama. Pendekatan ini berhasil mengatasi stigma sosial yang pernah menghambat perangkat pintar generasi sebelumnya. Pengguna kini merasa nyaman memakai kacamata pintar tanpa terlihat seperti mengenakan gadget mencolok.
Kacamata AI juga menjadi taruhan yang lebih realistis dibandingkan ambisi metaverse Meta yang ambisius. Perangkat ini menambahkan bantuan AI dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana dan fungsional. Pengguna dapat mengambil foto, merekam video, dan menjawab pertanyaan lewat perintah suara. Semua fungsi ini hadir tanpa mengharuskan pengguna memakai layar besar atau masuk ke dunia virtual. Pendekatan pragmatis ini membuat adopsi teknologi AI lebih mudah diterima masyarakat luas.
Ke depan, fokus Meta pada segmen kacamata resep menjadi langkah strategis untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Dengan sekitar 69 persen pasar kacamata global berasal dari pengguna resep lensa, peluang pertumbuhan sangat terbuka. Dua model baru yang dirancang khusus untuk kelompok ini diharapkan dapat memperluas basis konsumen secara signifikan. Jika peluncuran berjalan sesuai jadwal pada April atau Mei, Meta akan memperbarui lini produk setiap 18 bulan. Konsistensi ini menunjukkan keseriusan Meta dalam membangun ekosistem perangkat keras bertenaga AI jangka panjang.
“Baca Juga : Robot Sanitasi Pintar Jadi Sorotan di BFA 2026“




Leave a Reply