thepoethouse.com-Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan regulasi kecerdasan buatan dalam bentuk Peraturan Presiden.
Regulasi ini mencakup Peta Jalan AI dan Etika AI nasional.
Pemerintah menargetkan Presiden menandatangani Perpres tersebut pada awal 2026.
Langkah ini bertujuan memberi arah jelas pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.
Peta Jalan AI akan menjadi panduan strategis lintas sektor.
Etika AI disiapkan untuk memastikan penggunaan teknologi tetap bertanggung jawab.
Pakar teknologi Onno W. Purbo menilai kebijakan ini tepat dan mendesak.
Ia menyebut regulasi diperlukan untuk melindungi data dan kepentingan publik.
Menurutnya, kepastian hukum penting bagi pertumbuhan inovasi teknologi.
Baca juga:”OpenAI luncurkan ChatGPT Health sebagai ruang diskusi topik kesehatan”
Kepastian Hukum Perpres AI Dorong Inovasi dan Kepercayaan Investor
Regulasi kecerdasan buatan dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum.
Aturan yang jelas membantu pengembang dan industri teknologi bergerak terarah.
Kepastian ini menjadi faktor utama bagi keberlanjutan inovasi AI di Indonesia.
Pakar teknologi Onno W. Purbo menekankan pentingnya regulasi yang tegas.
Menurutnya, tanpa kepastian hukum, inovasi sulit berkembang secara berkelanjutan.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam menanggapi rencana Perpres AI.
Onno menilai aturan AI memberi pedoman bagi startup dan peneliti.
Pengembang perangkat lunak dapat memahami batasan dan tanggung jawab hukum.
Hal ini mengurangi risiko pelanggaran dan ketidakpastian regulasi.
Baca juga:“Huawei MatePad 12 X 2026 dukung produktivitas dengan desain ringkas”
Regulasi AI Berbasis Risiko Dinilai Perkuat Daya Saing Indonesia
Pakar teknologi Onno W. Purbo menilai langkah pemerintah mengatur AI sejalan tren global.
Banyak negara telah menerbitkan regulasi kecerdasan buatan lebih dahulu.
Uni Eropa, Amerika Serikat, dan China menjadi rujukan utama.
Uni Eropa mengesahkan AI Act dengan pendekatan berbasis risiko.
Amerika Serikat mengembangkan kebijakan AI melalui pedoman federal dan sektoral.
China menerapkan regulasi ketat untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
Onno menilai Indonesia perlu mengadopsi praktik terbaik global.
Regulasi yang tepat dapat meningkatkan daya saing nasional.
Langkah ini juga mencegah Indonesia tertinggal dalam persaingan teknologi.
Baca juga:“Wamendiktisaintek: AI tak kalahkan manusia dengan pemikiran reflektif”




Leave a Reply