carguyshub.com -Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat capaian positif pada Tahun Anggaran 2025. Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp29 triliun dan melampaui target awal pemerintah.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan capaian tersebut di Jakarta pada Selasa. Target PNBP awal ditetapkan sekitar Rp25 triliun. Realisasi penerimaan mencapai 116,04 persen dari target.
Meutya menilai capaian ini mencerminkan perbaikan tata kelola sektor komunikasi dan digital. Menurutnya, optimalisasi kebijakan dan pengawasan berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara.
“Capaian ini menjadi indikator pengelolaan sektor komunikasi dan digital yang semakin baik,” kata Meutya. Ia menegaskan kementerian berkomitmen menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan PNBP.
PNBP Kemkomdigi berasal dari sejumlah sumber strategis. Kontributor utama meliputi Biaya Hak Penggunaan frekuensi radio. Sumber lain berasal dari layanan orbit satelit dan sertifikasi perangkat.
Pendapatan juga diperoleh dari sektor penyiaran nasional. Aktivitas ini mencakup perizinan dan pemanfaatan spektrum frekuensi. Pemerintah terus menyesuaikan kebijakan agar sejalan dengan perkembangan teknologi.
Baca juga:“Sejumlah Penyakit yang Rawan Muncul Pascabanjir di Jakarta”
Realisasi Anggaran Kemkomdigi 2025 Capai 94,9 Persen dari Pagu
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memaparkan realisasi anggaran Kemkomdigi hingga 31 Desember 2025. Kementerian berhasil merealisasikan sebagian besar anggaran yang tersedia.
Total pagu anggaran Kemkomdigi tahun 2025 mencapai Rp12,67 triliun. Setelah dikurangi pagu blokir sekitar Rp1,5 triliun, nilai pagu efektif menjadi Rp11,4 triliun.
Dari pagu efektif tersebut, realisasi anggaran mencapai Rp10,58 triliun. Angka ini setara dengan 94,9 persen dari pagu setelah blokir. Menurut Meutya, capaian ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang efisien.
Realisasi anggaran digunakan untuk berbagai program strategis kementerian. Sumber dana mencakup pengembangan infrastruktur digital, layanan publik berbasis teknologi, dan dukungan regulasi.
Meutya menegaskan pengelolaan anggaran disertai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kementerian terus memantau penggunaan dana agar sesuai prioritas nasional dan target layanan publik.
Kemkomdigi Raih WTP 2025 dan Tekankan Efisiensi Sektor Digital
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya efisiensi dan tata kelola dalam kinerja sektor digital. Upaya ini terbukti memberi kontribusi nyata bagi negara.
“Dengan efisiensi, penetapan prioritas yang tepat, dan tata kelola lebih baik, sektor digital dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara,” jelas Meutya.
Selain capaian PNBP dan realisasi anggaran, Kemkomdigi juga meraih prestasi akuntabilitas penting. Kementerian memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan pada 2025.
Opini WTP menegaskan bahwa pengelolaan keuangan Kemkomdigi sesuai prinsip akuntansi dan transparan. Hal ini mencerminkan tata kelola yang sehat dan profesional di sektor komunikasi dan digital.
Meutya menekankan komitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan anggaran. Fokus tahun 2026 adalah mengoptimalkan realisasi belanja dan penerimaan negara agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca juga:”Artis Amerika Serukan Penghormatan Hak Cipta oleh Pengembang AI”




Leave a Reply