carguyshub.com -Polisi Jepang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung proses penyelidikan kriminal.
Teknologi ini difokuskan pada pembuatan sketsa wajah tersangka secara lebih cepat dan akurat.
Langkah tersebut mencerminkan upaya kepolisian Jepang beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Kepolisian Jepang bekerja sama dengan Universitas Human Environments di Prefektur Aichi.
Mereka juga menggandeng perusahaan teknologi NTT Data Group Corp. dalam proyek ini.
Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan sistem AI khusus untuk menghasilkan sketsa wajah tersangka.
Sistem tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh siapa pun.
Petugas tidak lagi harus memiliki keahlian menggambar untuk membuat sketsa wajah.
Pengguna cukup memasukkan deskripsi ciri wajah berdasarkan keterangan saksi.
AI kemudian memproses data tersebut menjadi gambar wajah yang mendekati kondisi sebenarnya.
Baca juga:“Jaksa Agung AS Konfirmasi Presiden Venezuela Akan Hadapi Proses Hukum Pidana, Soal Apa?”
Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI untuk Mempercepat Sketsa Wajah Tersangka
Polisi Jepang mulai mengadopsi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas penyelidikan kriminal.
Mereka mengembangkan sistem AI yang mampu membuat sketsa wajah tersangka dengan cepat dan akurat.
Inisiatif ini menunjukkan keseriusan kepolisian Jepang memanfaatkan teknologi modern.
Pengembangan sistem dilakukan bersama Universitas Human Environments di Prefektur Aichi.
Perusahaan teknologi NTT Data Group Corp. turut berperan dalam proyek tersebut.
Kolaborasi ini menggabungkan riset akademik dengan pengalaman industri teknologi informasi.
Menurut laporan Kyodo, sistem AI dirancang untuk memangkas waktu pembuatan sketsa wajah.
Teknologi ini memungkinkan pengguna tanpa kemampuan menggambar menghasilkan sketsa yang layak.
Selama ini, pembuatan sketsa manual sangat bergantung pada keterampilan petugas tertentu.
Sistem AI dijadwalkan menjalani uji coba dari April 2026 hingga September 2027.
Kepolisian Aichi akan mengevaluasi performa sistem selama periode tersebut.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan teknologi ini diterapkan secara operasional.
Uji purwarupa telah dilakukan pada pertengahan Desember di markas Kepolisian Nagoya.
Mahasiswa Universitas Human Environments terlibat langsung dalam simulasi tersebut.
Mereka mengamati seorang polisi yang berperan sebagai tersangka selama 30 detik.
Setelah observasi, mahasiswa memasukkan data ciri wajah ke dalam sistem.
Data meliputi jenis kelamin, perkiraan usia, ukuran hidung, dan gaya rambut.
Sistem kemudian menghasilkan empat sketsa wajah komposit secara otomatis.
Peserta uji coba memilih sketsa yang paling mendekati wajah model.
Mereka melakukan penyesuaian kecil untuk meningkatkan kemiripan.
Seluruh proses pembuatan sketsa hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit.
AI Jadi Alat Baru Polisi Jepang untuk Sketsa Wajah Tersangka Lebih Efisien
Polisi Jepang mengembangkan sistem kecerdasan buatan untuk mempercepat pembuatan sketsa wajah tersangka.
Teknologi ini dirancang agar proses identifikasi pelaku kejahatan menjadi lebih efisien.
Langkah tersebut menandai pemanfaatan AI secara praktis dalam penegakan hukum.
Selama ini, pembuatan sketsa wajah memerlukan waktu lama dan keahlian menggambar khusus.
Hasil sketsa sering bergantung pada kemampuan individu pembuatnya.
Kondisi ini dapat memengaruhi kecepatan penyelidikan di lapangan.
Melalui sistem AI, polisi dapat membuat sketsa wajah dengan proses yang lebih sederhana.
Pengguna cukup memasukkan deskripsi ciri fisik berdasarkan keterangan saksi.
Data tersebut mencakup usia perkiraan, bentuk wajah, hidung, mata, dan gaya rambut.
Sistem kemudian menghasilkan beberapa sketsa komposit secara otomatis.
Teknologi ini dikembangkan melalui kerja sama kepolisian dengan institusi akademik dan industri teknologi.
Kolaborasi tersebut memastikan sistem dibangun berdasarkan riset dan kebutuhan operasional.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global digitalisasi lembaga penegak hukum.
Baca juga:“Maduro Bukan yang Pertama, Ini Daftar Kepala Negara yang Pernah Ditangkap AS”




Leave a Reply