carguyshub -Samsung baru saja mengajukan dua paten ponsel gulung. Sebagian besar konsep desainnya memperluas layar ke arah luar saat dibuka. Namun desain kedua melangkah lebih jauh. Layar sepenuhnya tersembunyi di dalam bodi saat tidak digunakan. Layar akan keluar ketika sisi perangkat ditarik terpisah.
Desain pertama menggunakan pendekatan ponsel gulung yang lebih umum. Dalam keadaan ringkas, bentuknya seperti smartphone biasa. Ketika ditarik secara horizontal, layar memanjang ke luar. Area tampilan menjadi lebih lebar. Ini berguna untuk multitasking, bermain game, atau menonton video. Tujuannya sama seperti ponsel lipat: layar lebih besar saat dibutuhkan. Namun metode yang dipakai adalah menggulung, bukan melipat. Tidak ada engsel, tidak ada lipatan pada layar.
Desain kedua lebih revolusioner. Bodi ponsel tidak menunjukkan adanya layar sama sekali. Pengguna harus menarik dua sisi perangkat. Layar yang tergulung di dalam akan keluar. Mekanisme ini mirip dengan gulungan tisu atau kertas. Ini menghilangkan risiko goresan pada layar saat tidak dipakai.
Samsung Display telah memamerkan prototipe OLED gulung yang dapat dipanjangkan hingga 1,5 kali ukuran awal. Teknologi ini disebut “Rollable Flex” pada CES 2024. Ketebalan panel hanya 0,2 mm. Ponsel gulung diprediksi menjadi tren setelah ponsel lipat. Beberapa perusahaan seperti LG dan Oppo juga mengembangkan konsep serupa. Namun Samsung yang paling agresif dalam mematenkan.
Keuntungan utama: tidak ada garis lipatan yang mengganggu. Layar tetap mulus seperti tablet. Namun tantangannya ada pada ketahanan mekanisme gulung. Juga perlindungan dari debu. Samsung belum mengumumkan jadwal rilis. Paten ini adalah langkah awal menuju produk komersial. Konsumen mungkin bisa melihat ponsel gulung Samsung pada 2028. Inovasi ini akan mengubah cara kita menggunakan smartphone. Layar sebesar tablet, namun saku tetap muat.
Baca juga:Apple Resmi Hadirkan MacBook Neo di Indonesia dengan Harga Terjangkau
Layar Tersembunyi di Bodi, Ditarik Keluar Seperti Gulungan, Tanpa Lipatan
Samsung baru saja mengajukan dua paten ponsel gulung. Sebagian besar konsep desainnya memperluas layar ke arah luar. Desain kedua lebih ambisius. Layar sepenuhnya tersembunyi di dalam bodi saat tidak digunakan. Layar akan keluar ketika sisi perangkat ditarik terpisah.
Paten bukan berarti produk pasti dirilis. Namun divisi Samsung Display sebelumnya sudah menampilkan prototipe OLED gulung. Acara CES dan MWC jadi ajang pameran. Jadi konsep ini bukan sekadar teori, lapor Gizchina, Jumat (22/5).
Desain pertama menggunakan pendekatan ponsel gulung umum. Dalam keadaan ringkas, bentuknya seperti smartphone biasa. Ketika ditarik horizontal, layar memanjang ke luar. Area tampilan lebih lebar untuk multitasking atau menonton. Tidak ada engsel, tidak ada lipatan pada layar.
Konsep kedua jauh lebih inovatif. Layar benar-benar tersembunyi di dalam bodi. Perangkat awalnya tampak seperti balok tanpa layar. Saat sisi perangkat ditarik, layar fleksibel keluar. Ini menjadi solusi perlindungan. Layar tidak mudah tergores, terkena debu, atau benturan. Namun umur layar panjang masih perlu diuji nyata.
Detail menarik lainnya adalah integrasi sensor. Kemampuan mendeteksi jarak dan kecepatan saat layar diperpanjang. Sistem operasi bisa merespons lebih cerdas. Ponsel yang dibuka setengah bisa menampilkan tata letak berbeda. Aplikasi dapat menyesuaikan konten secara bertahap.
Ini model interaksi lebih canggih dibanding ponsel lipat modern. Ponsel lipat umumnya hanya berpindah antara beberapa posisi tetap. Samsung Display sudah memamerkan prototipe “Rollable Flex” di CES 2024. Panel bisa dipanjangkan hingga 1,5 kali ukuran awal. Ketebalan hanya 0,2 mm.
Ponsel gulung diprediksi menjadi tren setelah ponsel lipat. Samsung paling agresif mematenkan. Tantangannya ada pada ketahanan mekanisme gulung dan perlindungan debu. Samsung belum mengumumkan jadwal rilis. Konsumen mungkin bisa melihatnya pada 2028. Inovasi ini akan mengubah cara penggunaan smartphone. Layar sebesar tablet, namun tetap muat di saku.
Samsung Ajukan Dua Paten Ponsel Gulung, Tawarkan Layar Tanpa Lipatan dan Sensor Cerdas untuk Interaksi Bertahap
Samsung mengajukan dua paten ponsel gulung. Konsep pertama memperluas layar ke samping. Konsep kedua menyembunyikan layar sepenuhnya di dalam bodi. Layar keluar saat perangkat ditarik. Inovasi ini bisa menghilangkan masalah lipatan pada ponsel lipat.
Ponsel lipat memiliki masalah pada lipatan layar. Garis lipatan masih terlihat dan terasa. Model clamshell lebih baik, tetapi tetap butuh engsel. Ponsel gulung tidak melipat layar. Layar melengkung perlahan mengikuti gulungan. Tidak ada lipatan tajam. Prototipe Samsung Display sudah dipamerkan di CES dan MWC. Teknologi panelnya cukup matang. Jarak ke produk komersial masih butuh rekayasa. Namun jaraknya semakin dekat.
Desain pertama mirip ponsel biasa saat ringkas. Saat ditarik, layar memanjang. Area tampilan lebih lebar. Cocok untuk multitasking atau menonton video. Desain kedua lebih revolusioner. Perangkat tampak seperti balok tanpa layar. Layar fleksibel tergulung di dalam. Ditarik keluar saat digunakan. Ini melindungi dari goresan dan debu.
Sensor mendeteksi jarak dan kecepatan tarikan. Sistem operasi merespons secara cerdas. Layar setengah terbuka menampilkan tata letak berbeda. Aplikasi menyesuaikan konten secara bertahap. Ini lebih canggih dari ponsel lipat modern.
Laporan Gizchina, Jumat (22/5), menyebut paten bukan jaminan rilis. Namun prototipe sudah ada. Samsung Display memamerkan “Rollable Flex” di CES 2024. Panel bisa memanjang 1,5 kali. Ketebalan hanya 0,2 mm. Samsung paling agresif mematenkan konsep ini. Tantangan utama pada ketahanan mekanisme dan perlindungan debu.
Konsumen baru mulai menerima ponsel lipat. Apakah mereka siap untuk ponsel gulung? Itu pertanyaan pasar. Samsung belum bisa menjawab hanya lewat paten. Namun inovasi terus berjalan. Ponsel gulung diprediksi menjadi tren berikutnya. Jika berhasil, layar sebesar tablet bisa muat di saku. Tanpa lipatan, tanpa engsel. Masa depan smartphone semakin fleksibel.
Baca juga:Sovereign Cloud Dinilai Jadi Kebutuhan Perusahaan di Era Digital




Leave a Reply