carguyshub.com -Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan platform digital wajib menerapkan sistem verifikasi usia pengguna. Tujuannya untuk melindungi anak-anak dari risiko di ruang digital.
Pernyataan ini disampaikan saat Nezar menerima audiensi perwakilan YouTube di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Kamis (29/1). Pertemuan membahas tanggung jawab platform terhadap keselamatan pengguna muda.
“Kita membutuhkan mesin cerdas untuk mengidentifikasi usia pengguna. Platform bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini,” ujar Nezar, dikutip dari keterangan pers kementerian, Jumat. Pernyataan ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dan kebijakan perlindungan pengguna.
Verifikasi usia menjadi bagian dari upaya regulasi digital yang lebih luas. Kementerian mendorong platform menyediakan teknologi yang mampu membedakan pengguna anak-anak dan dewasa secara akurat.
Langkah ini diharapkan meminimalkan risiko paparan konten tidak sesuai usia. Data global menunjukkan anak-anak rentan terhadap konten berisiko, termasuk kekerasan, pornografi, dan disinformasi. Penerapan sistem verifikasi menjadi solusi preventif.
Baca juga:“Elon Musk Siapkan Rencana Merger Tiga Perusahaannya”
Wamenkomdigi Tegaskan PP TUNAS Wajibkan Verifikasi Usia di Platform Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan platform digital wajib memverifikasi usia pengguna sesuai PP TUNAS. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak dari konten negatif di ruang digital.
PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) mewajibkan platform melakukan identifikasi usia. Regulasi juga membatasi akses anak terhadap konten yang tidak layak.
“Dengan adanya identifikasi pengguna ini, anak-anak tidak diizinkan untuk melihat konten-konten tertentu,” kata Nezar dalam keterangan pers kementerian. Sistem ini memastikan perlindungan digital yang lebih efektif bagi pengguna muda.
Nezar menekankan bahwa pengguna yang belum cukup umur harus dibatasi aksesnya. Langkah ini meliputi pembatasan video, game, dan layanan digital lain yang berisiko bagi anak-anak.
Penerapan verifikasi usia menjadi bagian dari strategi perlindungan online yang menyeluruh. Platform diharapkan mengintegrasikan teknologi cerdas, seperti algoritme identifikasi umur dan sistem kontrol konten otomatis.
Wamenkomdigi Apresiasi Fitur YouTube Lindungi Anak di Platform Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengapresiasi langkah YouTube meningkatkan perlindungan anak di platform digital. Fitur ini mempermudah orang tua mengawasi aktivitas anak.
Nezar menekankan bahwa peningkatan kemampuan algoritma YouTube untuk mencegah konten negatif harus menjadi contoh bagi platform digital lain. Tujuannya memastikan keamanan pengguna muda.
“Upaya YouTube ini sangat positif dan diharapkan dicontoh platform lain agar anak-anak aman di ruang digital,” ujar Nezar dalam keterangan pers.
Leslie Miller, Global Head dan Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, menjelaskan pihaknya menyediakan beberapa fitur khusus. Salah satunya adalah fitur untuk mengubah akses akun anak dan membatasi konten yang muncul.
Fitur ini termasuk kontrol orang tua, pengaturan waktu penggunaan, dan rekomendasi konten yang lebih aman. Teknologi ini bertujuan mencegah paparan anak terhadap materi yang tidak sesuai usia.
Kementerian Kominfo menilai kolaborasi antara regulator dan platform digital penting. Regulasi seperti PP TUNAS didukung oleh penerapan teknologi yang tepat, edukasi orang tua, dan literasi digital anak.
Baca juga:“Fujifilm Hadirkan Kamera Instan dan Printer Smartphone”




Leave a Reply