carguyshub -Dalam wawancara khusus dengan media teknologi, Lu Weibing menjelaskan akar permasalahan dengan lebih mendalam. Menurutnya, tekanan pada harga memori diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2027, atau bahkan hingga 2028. “Membangun pabrik memori baru membutuhkan waktu beberapa tahun dari awal hingga produksi massal,” tegasnya.
Sementara itu, ledakan permintaan dari server AI dan komputasi berkinerja tinggi terus menyedot pasokan, menciptakan ketidakseimbangan fundamental antara pasokan dan permintaan yang tidak dapat diselesaikan oleh produsen ponsel dalam waktu singkat.
Lu Weibing juga mengakui bahwa penetapan harga untuk perangkat mendatang, seperti Xiaomi 17 Max, masih dalam pembahasan internal karena tingginya volatilitas biaya komponen. Meski dihadapkan pada tekanan ini, ia berusaha meyakinkan konsumen bahwa Xiaomi akan tetap fokus untuk memberikan nilai terbaik.
“Kami memahami bahwa pasar Tiongkok sangat sensitif terhadap harga. Kalau harga ponsel pintar unggulan benar-benar naik menjadi 10.000 yuan, itu akan menjadi perubahan signifikan. Namun, sebagai perusahaan, kami harus menyeimbangkan antara memberikan inovasi terbaik dan menjaga keterjangkauan,” ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa konsumen mungkin harus bersiap untuk “normal baru” dalam hal harga di segmen flagship.
Baca juga:Ini Daftar Ponsel Android yang Sudah Mendukung AirDrop lewat Quick Share
Biaya Memori Melonjak Jadi Penyebab Utama
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, memperingatkan kenaikan harga ponsel flagship di China. Harga bisa melampaui 10.000 yuan (sekitar Rp22 juta) pada akhir 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam siaran langsung baru-baru ini. Kenaikan harga memori menjadi penyebab utama. Xiaomi 17 Ultra yang dirilis Desember 2025 dibanderol mulai 6.999 yuan (sekitar Rp18 juta). Kenaikan proyeksi bisa mencapai Rp7 juta lebih.
Lu Weibing mengungkapkan bahwa penetapan harga Xiaomi 17 Max masih dibahas internal. Biaya komponen masih fluktuatif. Produsen kesulitan menyerap kenaikan biaya memori. “Membangun pabrik memori baru membutuhkan waktu beberapa tahun,” ujarnya. Sementara permintaan terus meningkat. Kebutuhan perangkat keras komputasi berkinerja tinggi juga ikut mendorong.
Data Counterpoint Research menunjukkan harga RAM ponsel naik 50 persen pada Maret 2026. Harga NAND flash melonjak 90 persen. TrendForce memperkirakan LPDDR5X naik 78-83 persen pada kuartal II 2026. Samsung selaku pemimpin pasar DRAM telah menaikkan harga produk memorinya rata-rata 30 persen untuk kuartal kedua. Sebelumnya, rata-rata kenaikan mencapai 100 persen pada kuartal pertama 2026.
Tekanan biaya ini langsung berdampak pada biaya produksi (BoM). Counterpoint memperkirakan BoM ponsel dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB melonjak 100-150 dolar AS (Rp1,5-2,2 juta). Komponen RAM sendiri menyumbang 23 persen total BoM. Penyimpanan menyumbang 18 persen.
Lu Weibing menegaskan masalah pasokan tidak bisa diperbaiki cepat. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memfokuskan kapasitas pada chip memori berkinerja tinggi untuk server AI. Permintaan dari pusat data AI menciptakan persaingan sengit. Harga semua jenis chip memori ikut terdongkrak.
Harga Ponsel Flagship China Bisa Tembus 10.000 Yuan Akhir 2026
Presiden Xiaomi, Lu Weibing, memperkirakan tekanan akibat kenaikan harga komponen memori akan berlanjut. Kondisi ini bisa terus terjadi hingga tahun 2027 atau bahkan sampai 2028. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran langsung baru-baru ini. Xiaomi bukan satu-satunya merek yang terdampak. Perusahaan seperti Oppo, Vivo, dan Honor juga menghadapi tekanan serupa.
Lu Weibing berusaha meyakinkan konsumen. Xiaomi sebisa mungkin akan fokus pada nilai. Meskipun harga perangkat secara keseluruhan naik, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik. Jika harga ponsel flagship di China benar-benar naik menjadi 10.000 yuan lebih pada paruh kedua 2026, itu akan menjadi perubahan signifikan. Selama ini, harga agresif menjadi daya tarik utama ponsel merek China.
Data dari Counterpoint Research menunjukkan lonjakan harga memori yang belum pernah terjadi. Harga RAM ponsel naik 50 persen pada Maret 2026. Harga NAND flash melonjak 90 persen. TrendForce memperkirakan LPDDR5X naik 78-83 persen pada kuartal II 2026. Samsung selaku pemimpin pasar DRAM telah menaikkan harga rata-rata 30 persen untuk kuartal kedua. Sebelumnya, kenaikan mencapai 100 persen pada kuartal pertama 2026.
Kenaikan ini didorong oleh permintaan besar dari server AI. Produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memfokuskan kapasitas pada chip berkinerja tinggi. Akibatnya, biaya produksi ponsel (BoM) melonjak. Counterpoint memperkirakan BoM untuk ponsel dengan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB naik 100-150 dolar AS (Rp1,5-2,2 juta).
Lu Weibing menjelaskan bahwa membangun pabrik memori baru butuh waktu bertahun-tahun. Sementara permintaan terus meningkat. Tekanan ini tidak bisa diatasi dalam waktu singkat. Konsumen harus bersiap menghadapi “normal baru” harga ponsel flagship. Kenaikan ini bukan fenomena sementara. Ini adalah dampak nyata dari revolusi AI yang mengubah lanskap pasokan komponen global. Xiaomi berkomitmen untuk tetap memberikan nilai terbaik di tengah tantangan ini.
Baca juga:Bocoran Desain Headphone Premium Sony WH-1000XX The ColleXion




Leave a Reply