carguyshub.com – Sebanyak 42 ribu anggota serikat buruh menghentikan produksi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan. Hyundai Motor yang tengah menghadapi aksi mogok kerja besar-besaran di tiga pabrik utamanya di Korea Selatan. Aksi ini berlangsung sejak awal September 2025 dan mencakup pabrik Hyundai di Ulsan, Jeonju, dan Asan, yang merupakan pusat produksi berbagai model penting, termasuk Ioniq 5, Palisade, dan Genesis.
“Baca juga : Pengguna Mobil Hybrid Wajib Tahu 6 Kesalahan Umum Ini”
Serikat buruh mengajukan tiga tuntutan utama:
- Kenaikan gaji pokok sebesar 141.300 won (sekitar Rp1,6 juta),
- Alokasi 30 persen laba bersih untuk tunjangan kinerja,
- Pemangkasan jam kerja menjadi 4,5 hari per minggu dan perpanjangan usia pensiun dari 60 menjadi 64 tahun.
Keputusan mogok diambil setelah negosiasi terakhir dengan manajemen pada 2 September 2025 gagal mencapai kesepakatan. Meskipun perusahaan menawarkan sejumlah kompensasi, serikat menilai nominal tersebut tidak mencerminkan performa Hyundai yang tengah mencetak rekor.
Dalam voting internal, 86 persen pekerja setuju untuk mogok, menjadikan ini sebagai aksi mogok penuh pertama sejak tahun 2016. Saat itu, Hyundai menderita kerugian hingga 2,5 triliun won akibat terhentinya produksi selama 166 jam.
Pabrik Ulsan—pabrik mobil tunggal terbesar di dunia—berperan vital dalam rantai pasok global. Aksi ini berpotensi menimbulkan efek domino pada distribusi model-model unggulan dan kendaraan listrik seperti Ioniq 5.
Hyundai mencatat lonjakan penjualan sebesar 12 persen di pasar AS pada Agustus 2025, yang menjadi pemicu utama desakan buruh untuk perbaikan upah. CEO Hyundai Motor North America, Randy Parker, menyatakan kebanggaannya atas rekor penjualan tersebut.
“Baca juga : Kementerian PUPR Fokus Swasembada dengan Rp 118,5 T”
Jika tuntutan tidak dipenuhi, mogok kerja karyawan sebanyak 42 ribu tersebut dapat diperpanjang dan mengganggu target produksi global Hyundai. Pemerintah Korea Selatan diharapkan turun tangan guna menengahi konflik antara buruh dan manajemen.




Leave a Reply